Senin, 20 Maret 2023

Uji Almamater PALASE Angkatan 30


Salam Lestari!!! 

Pada hari Sabtu, 22 Oktober 2022 Palase aktif angkatan 30 melaksanakan kegiatan Uji Almamater. kegiatan uji almamater Palase angkatan 30 bertempat di SMK Negeri 1 Bawang dan sekitarnya. Uji almamater tahun ini diselenggarakan oleh palase angkatan 29. 

Kami dari Palase angakatan 29 mengucapkan selamat dan sukses kepada anggota palase angkatan 30.

Kami harap Palase angkatan 30 dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik daripada sebelumnya serta semoga dapat selalu memajukan Palase dan menjaga naik baik Palase. 






Kami ucapkan banyak banyak terimakasih kepada Pembina kami Bpk 



Sabtu, 15 Oktober 2022

Test

Bahasan peran pencinta alam sebenarnya adalah sebuah cerita basi, dari dulu sampai sekarang selalu menjadi bahan cerita. Sayang pembahasan ini belum begitu dibarengi dengan langkah-langkah strategis. Sekian banyak organisasi yang mengatas namakan dirinya sebagai pencinta alam ternyata berjalan beriringan dengan tingginya angka kerusakan lingkungan. Setuju atau tidak, salah satu unsur pengrusakan alam bisa jadi ada dalam aktivitas pencinta alam itu sendiri.
Sulit dibedakan mana yang memang anak pencinta alam atau bukan secara tampilannya. Yang bawa ransel belum tentu anak pencinta alam dan bahkan yang bisa panjat tebit pung tidak mesti harus masuk organisasi pencinta alam terlebih dahulu. Lalu apa yang membedakannya?, hanya sikap, kepedulian dan nilai-nilai luhur yang dianutnya. Sejatinya, pencinta alam bukan diukur secara penampilan, tapi lebih kepada nilai, jiwa, sikap, solidaritas, pandangan dan tindakan mereka terhadap penyelamatan lingkungan atau alam. Selain aktif dalam kegiatan alam bebas, mereka juga peduli terhadap perlindungan dan pelestarian dari wadah bermainnya.
Lalu yang menjadi tanda tanya besar sekarang adalah, apakah sikap, kepedulian dan nilai-nilai luhur yang melekat pada anak pencinta alam itu masih ada? Ataukah sudah tergerus dan kemudian sama dengan mereka yang jelas-jelas bukan berlabel pencinta alam?. Pertanyaan serius ini memang tidak mudah dijawab. Akan tetapi fakta menunjukkan bahwa pada umumnya kita memang lebih terlena pada romantisme petualangan. Aktivitas-aktivitas kampanye lingkungan, demo-demo atau peringatan hari bumi atau lingkungan tak lebih menjadi sebuah seremonial belaka. Belum dibarengi dengan pen-darah dagingan nilai-nilai lingkungan dalam jiwa seorang pencinta alam.
Hobi naik gunung tidak mesti harus terhenti karena mau menyelamatkan lingkungan, sebab melindungi lingkungan tidak mesti harus ada event khusus, hari khusus atau jumlah orang yang banyak. Cukup dengan mengantongi sampah dalam baju atau celana kalau tidak ketemu tempat sampah rasanya sudah jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Rasa-rasanya sudah selayaknya, kemudi yang selama ini agak sedikit melenceng dari pemaknaan sebenarnya tentang pencinta alam harus dibenahi. Sebelum ini berlarut dan menjadi arah jalur atau kebiasaan bagi seorang pencinta alam. Dan orang yang sudah terlanjur atau berkeinginan masuk dalam sebuah organisasi pencinta alam harus bisa membedakan dirinya dengan mereka yang bukan anak organisasi pencinta alam. Sudah saatnya anak-anak pencinta alam menjadi pembicara dalam seminar-seminar atau diskusi yang membahas tentang lingkungan atau alam. Mereka harus menjadi `opinion leader' dalam isu-isu lingkungan, dan bukan pengekor isu. Bukan tidak mungkin artinya, anak pencinta alam bisa memiliki posisi tawar yang lebih kuat ketika mengkritisi persoalan lingkungan dihadapan publik. Dengan kelengkapan data-data dari perjalanan (pendakian, mis) yang telah dilakukan dan kemampuan lapangan serta ruangan yang tangguh, rasanya tidak ada lagi yang akan memandang sebelah mata anak-anak pencinta alam.  Terakhir, memutar kemudi ini sekali lagi harus diawali dengan kejujuran dan komitmen yang kukuh. berangkatnya hanya dari sebuah pertanyaan sederhana "Sebagai anak Pencinta Alam, apa kontribusi kita terhadap alam??".

Hal ini akan berakibat positif jika masyarakat bisa memahami hal itu dan mengenai lebih dekat siapa sebenarnya pecinta alam itu. Dengan begitu dengan penuh kesadaran pula pacinta alam akan melakukan hal – hal yang tepat guna bagi dirinya sendiri pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kita sadar bawasannya kita tidak hidup sendirian dalam masyarakat. Image yang kurang baik dari masyarakat yang diakibatkan oleh aktivitas individu tinggallah sebagai ulah individu bukan lagi di cap sebagai aktivitas komunitas pecinta alam.

Seberapa tahan kita akan melakukkannya, tinggal seberapa kuat tingkat ketahanan kita untuk mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan atau fakta, bukan lagi sekedar paradigma. Manjadi baenar pecinta alam dikenal dimasyarakat kita, itu memang tidak mudah tapi disitulah letak tantangannya. Pecinta alam yang punya jiwa sosial yang tinggi, suka berpetualang, menyukai tantangan dan peka serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dengan begitu kita akan benar – benar sadar akan peran kita di masyarakat luas sebagai pecinta alam.

Melakukan aktivitas di alam bebas merupakan kebahagian yang beda baguku, dibandingkan dengan acara nonton musik di acara festipal atau apalah yang tempatnya biasanya di tengah keramaian kota yang sangat bising. Sedangkan di alam bebas katakan saja hutan atau perkampungan dan dusun, kita bisa nikmati keindahan alam yang bebas dengan udara yang segar dan hangatnya sambutan warga dusun. Sungguh pengalaman yang sangat indah dan berharga bisa mngenal mereka, yang hidupnya dilewati dengan segala kesederhanaan dan kepolosan.

Kenapa aku senang melakukan perjalanan dan pendakian gunung atau bukit, ya karena apa yang aku temukan di gunung tentunya tidak bisa aku dapatkan di supermarket dan tempat nongkrongku dikota. Rinkas kata melakukan petualangan di alam bebas itu adalah aktivitas yang tidak membosankan dan banyak cerita yang bisa kita share pada teman dan orang lain.

Seperti banyak orang mengatakan bahwa orang yang sering beraktivitas di alam bebas bisa di sebut PA (Pecinta Alam), kenapa dibilang begitu mungkin karena di anggap sudah jatuh cinta pada alam atau pecinta alam adalah orang yang peduli kepada alam secara utuh dalam artian selalu membela hak- hak lingkungan hidup. Aku pun juga mo bilang aku adalah pecinta alam hanya karena aku terlalu sering naik turun gunung dan lembah mungkin. Tentunya bebas aja kan orang menyebut dirinya pecinta alam karena untuk ukuran atau standart bagi pecinta alam tidak ada. Baik dia seoarang mahasiswa yang sudah mengikui latihan dasar di mapala, remaja yang bergabung dengan orapala, siswa yang latdas terus jadi anggota sispala, pelang merah indonesia, bahkan pramuka dan orang yang Cuma sekedar hobby naik gunung. Mereka juga berhak mengakku sebagai pecinta alam karena tidak ada yang melarang.

Nach disini q cuma mau bilang PALASE (Pecinta Alam Sekolah) SMK Negeri 1 Bawang, Banjarnega beda dari anak PA yang lain, qt punya kemampuan yang lebih...Untuk itu buktikan bahwa Xan Mampu bersaing dengan mereka semua...PALASE g akan hancur kita akan bertahan walau badai terus menerjang, yakinlah kita kuat asal kita bersatu...

 

Senin, 14 November 2011

Lawe 13 November 2011

Pada hari itu, Minggu 13 November 2011, Kami anggota PALASE mengadakan kegiatan bersama di bumi perkemahan gunung Lawe. Adapun kegiatannya adalah diperuntukan bagi Siswa kelas 1, yang baru bergabung dalam kegiatan kepencinta alaman di PALASE, meliputi pengenalan alat dan pelatihan penggunaan alat, kemudian dilanjutkan dengan latihan naik tail (Prusiking) tentu saja sekaligus latihan turun tali (Repling). 

berikut ini Foto-foto dokumentasi kegiatan yang berhasil di jepret. :) yang ngga berhasil di jepret ngga bisa saya tampilkan di sini. :) .. harap maklum.






























hehe...
Salam Lestari.

_/\_ egre

Jumat, 23 Januari 2009

Hwaaaaaaaaa! Gag nyangka ai dikasi kesempatan ma si pembuadh blog wadh ngepostingin suatu tulisan. Makasi. Makasi. Makasi beud dah dikasi kesempatan.
Fiuh!
Apa iiah? Hehehehe. Bnund. PALASE. Pecinta Alam Sekolah. Awal na c (menurut pengetahuan c penulis yang cethek abis) PALASE memiliki kepanjangan Pecinta Alam Sekolah Ekonomi, tapi karena skula uda mengalami berbagai perubahan disana sisi, akhirna ganti dwe kepanjangan PALASE.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaakh! Kayakna ada yang bisa ngeceritain tentang sejarah PALASE lebih detail dwe. Kayakna gag seruw klu yang ngeceritain ntu orang yang tau Cuma alakadarnya kaya q.
Ummmmmm.
Ketertarikan q tentang dunia Pecinta Alam kayakna sejak aq masih di SMP dwe. Waktu itu aq mikir, “kayakna keren iiah, seorang cewe ikud yang namana PA..” Ceileeeee....gt dwe. Pemikiran yang agakna norak mungkin. Hehehehe. Maklum la....nag SMP. Nah, ternyata tak disangka tak dinyana, setelah aku masuk SMK 1 BAWANG BANJARNEGARA (lengkap beneeeeeeeer) ketertarikan q dijawab Tuhan (wedew!). Disana terdapat sebuah club Pecinta Alam. Wah! Kebayang dund senengna aq. It’s Amazing! Aq nemuin apa yang selama ini aq anggap keren! Pecinta Alam! Tibalah saat yang ditunggu-tunggu. Ketika pada malam keakraban, ketika para siswa dikasi kesempatan wadh milih ekskul pilihan tanpa ba-bi-bu aq ngacir menuju ekstra PA. Disana maa Ariel, ngasih tau klu PA SMK ntu bernama PALASE. Mungkin ntu adalah awal aq kenal ma PALASE.
PALASE.
Ummmmmm. Apa iiah???


Ekskul yang luar biasa! Weleh! Weleh! Yaaaaaaaaaaa paling gag wadh ai. Masalahna di sana ai daped banyak beud hal. Tentang kebersamaan, tentang keakraban, tentang organisasi, yaaaaa pokokna banyak dwe. PALASE juga kegiatanne seriw² lhoooo. Kemaren aja ne PALASE ru aje ngadaen latian gabungan ma PMR + PRAMUKA. Hwaaaaaaaaaaaaaa! Gag kebayang gimana seruw na. Hikz! Tapi dunia emank kejam! Saiiank seribu saiiank! Ai gag ikuuuuuuuuuuuuuud! Ai nyesel berad! Marah! Marah! Marah! Ai suka iri klu denger nag yang laen crita² tentang kejadian lucu di sana. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Rasana pengen nagis dwe. Iri! Iri! Iri!
Eh, denger² kabar yang beredar, caelaaaa, PALASE mu ngadaen kegiatan agy lho. Uji kaos. Tau gag? Agh! Ntu lho...... c kaos dikasi soal terus disuruh ngerjaen. Hehehehe. Becanda. Uji kaos ntu (lagi² menurut pengetahuan c penulis yang cethek!) qta di uji apakah qta layak untuk menggunakan kaos berlabel PALASE tersebud. Yaaaaaaaah pokokna gt dwe.....
Hmmmmmmmmmmm.
Nulis apa lagi iiah? Penyakid bnund menyerang! Uda la. Cuma ntu yang bisa penulis paparkan (caelaaaa uda kayak apaan aja). Gag dink, sebenarna masi banyak beud yang bisa diceritaen tentang PALASE, namun karena (lagi² disebudkan, sungguh menyakidkan) pengetahuan c penulis yang cethek, mungkin hanya segini dulu yang bisa penulis berikan. Akh! Kata² semakin brantakan ne... uda ye..... semoga PALASE sukses. PALASE yess!

Selasa, 04 November 2008

Salam Lestari

Siang siang, di depan internet bingung mo ngapain...........
eh tiba-tiba inget lo PALASE punya blog,langsung aja q buka browser
tanjap gas go to PALASE

ya sekedar pengin liat aja, tapi ternyata dah lama gk di posting yaaa
saran dikit, kasing link ke pangkalan Pencinta Alam sekolah yang laen
biar tambah akrab. he...he..he..

buat nambah keakraban aja, sekarang dah ada group PALASE di friendster
so... yang ngerasa PALASE buruan dech gabung

thank's

Minggu, 14 September 2008

Dokumentasi Peringatan HUT PALASE ke-16

Sesuai janji yang kemarin sempat di posting,, setelah acara berakhir, kami akan memperlihatkan hasil dokomenyasi dari acara tadi malam. maaf jika fotonya sedikit n gak bagus. tapi memang hanya seperti itu. memang masih ada foto yang lain tapi kayaknya tidak bisa di upload sekarang. mungkin lain waktu.



ini adalah Sambutan dari Pak Himawan Wijayanto Selaku Pembina PALASE. di sampingnya adalah Pak Novian, beliau adalah tamu undangan. jabatannya adalah Pembina Pramuka.



ini adalah bentuk roti ulang tahun. untuk anak-anak kelas satu, itu dach sangat istimewa, maklum anak-anak gak pernah makan roti. he..he..he..he.. cuma bercanda kok, just kidding rry yow nak-nak kelas satu



ini adalah pemberian potongan roti untuk pembina PALASE, tentunya potongan yang pertama dhonkz. pemberian ini dilakukan oleh ketua pengurus PALASE periode 2008/2008 yang bernama Andi Ariyanto.



ini suasana pada saat santap sahur. he..he..he suasananya agak semrawut yow. ya tadi pada saat persiapan ada sedikit kesalahan komunikasi sehingga acara mundur dari jadwal.



ini pada saat packing. ya walaupun cuma satu anak itu yang kefoto, tapi mudah-mudahan bisa mewakili yang lain. namanya tu heri widyantoro, anak desa adipasir kecamatan rakit.

ya itu sedikit gambaran dari kami tentang suasana peringatan ulang tahun PALASE ke-16. besok-besok klo sempat n ingat pasti ditambahin lagi dech

oke!!,, segini dulu dari kami, klo da yang kurang berkenan, mohon dimaafkan seikhlas-ikhlasnya.

PALASE YES!!!